Thursday, October 18
Home>>news>>in depth reporting>>Ini Isi Maklumat yang Ada di Gedung Biru
in depth reporting

Ini Isi Maklumat yang Ada di Gedung Biru

Seksi BPKB Subditregident memasang
maklumat di ruang Gedung Biru Polda Metro Jaya. Isi dari maklumat itu soal kesiapan memberikan pelayanan bidang BPKB sesuai standar pelayanan yang ditetapkan.

Disebut dalam maklumat itu, jika tak sesuai standar pelayanan bersedia menerima sanksi.

Maklumat yang dipajang di atas ruang informasi tersebut mudah dibaca bagi masyarakat yang hendak masuk ke Gedung Biru. Nah sanksi yang dimaksud adalah sesuai UU No. 25 Th 2009 tentang pelayanan publik.

Sayangnya, sekali lag tekad pimpinan Regident tersebut belum dibarengi kinerja BRI Cabang Gedung Biru Ditlantas Polda Metro Jaya dengan belum juga menambah loket pelayanan, sehingga antrean masih berjubel, mengakibatkan layanan wajib pajak tersendat. “Loket pembayarannya cuma satu Pak, jadi harus antre,” kata seorang wajib pajak, yang dikutip Poskota.co Rabu(23/8).

“Seharusnya BRI segera melakukann perubahan menyesuaikan pelayanan Polri di gedung biru untuk mempermudah dan mempercepat proses,” kata Danu, yang mengurus kendaraan mutasi ke Kudus Jateng, saat ditemui di Gedung Biru, Polda Metro, Rabu(23/8).

BRI sudah lama menjalin hubungan kerja dengan Polri khususnya untuk urusan pembayaran administrasi kendaraan diantaranya, pemabayaran pajak kendaraan, BPKB dan biaya SIM. “Masak sih katanya BRI sudah punya satelit sendiri, kk nambah loket saja susah,” tambah Nenggolan, seorang wajib pajak.

Pelayanan Samsat di Jajaran Polda Metro Jaya terus menunjukan perbaikan, hal itu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kritis. Tapi, selama ini banyak dikeluhkan oleh wajib pajak, karena kurangnya loket pelayanan pembayaran PNBP di BRI.

Bukan tanpa alasan, internal Samsat Gedung Biru senantiasa melakukan perbaikan sistem yang ada sekarang ini demi rasa nyaman bagi masyarakat yang ingin memenuhi kewajibanya membayar pajak kendaraan.

Ketika loket pembayaran BRI tersendat, maka sistem yang dibangun lewat sistem FIFO (First In First Out) praktis tak bermanfaat. “Seharusnya pihak BRI menyesuaikan peningkatan layanan di antrian loket BPKB,” keluh Budi, warga Tanah Abang.

Irene, Kepala Divisi 1 BRI, yang dikonfirmasi masih adanya antrian depan loket BRI mengatakan, selama ini pihak BRI terus meningkatkan layanan seiring dengan apa yang dilakukan Polri dalam melayani masyarakat wajib pajak di wilayah manapun. “Kami belum ada ijin untuk menambah loket, padahal sudah siap menambah loket baru,” tutur Irene.

Disinggung soal lebih mementingkan nasabah yang setor uang daripada pembayar PNBP, Irene mengatakan, BRI tetap memprioritaskan penerimaan PNBP, namun karena BRI sifatnya umum, tetap melayani transaksi perbankan. ()

1 Comments

  1. Tambahin kerjasama aja. Masih banyan Bank yg komitmen. Hari INI saya mau bayar pas waktu pukul 11.40 loket tutup. Harus nunggu pukul 13.00.
    Semoga tulisan INI tidak direspon. Karena memang begitu keadaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *