BPOM menyatakan tidak pernah menemukan kandungan darah dan virus HIV dalam semua produk makanan kaleng yang ada terjual di pasar tradisional maupun swalayan. Pernyataan resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan itu, Jumat (1/9/2017), menjawab berita hoax, bahwa produk makanan kaleng impor asal Thailand mengandung darah dan virus HIV. “Pemberitaan tersebut hoax yang menyesatkan,” tulis BPOM. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here