Aksi Stop Rekapitulasi Petugas Amankan Dua Terduga Provokator

Kupang, 6/7 (Breakingnews.web.id) – Petugas mengamankan dua orang terduga provokator dan pelaku pelemparan terhadap petugas keamanan dalam aksi unjuk rasa menuntut KPU Kabupaten Alor menghentikan pleno rekapitulasi dan penghitungan suara, Kamis petang.

Dua orang yang diamankan petugas karena diduga melakukan pelemparan terhadap petugas yang sedang mengamankan jalannya rapat pleno rekapitulasi KPU itu adalah Onisimus M. Lalang dan Anselmus Jalla.

“Pasca pembubaran massa, petugas gabungan Polres Alor, BKO Polda NTT dan Kodim 1622 Alor berhasil mengamankan dua orang, yang diduga sebagai provokator dan pelaku pelemparan,” kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Polisi Jules Abraham Abast di Kupang, Kamis (5/7/2018) malam.

Dia menjelaskan, pada hari Kamis (5/6) pukul 11.50 Wita berlangsung kegiatan aksi unjuk rasa damai hari kedua yang dilaksanakan tim pemenangan paket calon Bupati-Wakil Bupati Alor, Imanuel Ekadianus Blegur-H. Taufik Nampira (Intan), guna menolak pelaksanaan rapat pleno Kabupaten Alor yang dilaksanakan KPU.

Kegiatan tersebut dipimpin koordinator lapangan Safrudin Tonu dan diikuti oleh simpatisan paket “Intan” yang berjumlah sekitar 500 orang. Mereka menggunakan dua mobil pick up dan membawa alat pengeras suara.

Pada pukul 12.00 Wita, korlap dan perwakilan masa mulai melakukan orasi dan penyampaian pernyataan sikap yang menolak pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi, dan meminta Komisioner KPU dan Panwaslu untuk menemui masa di lokasi unjuk rasa. Menanggapi permintaan masa tersebut, Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi menghimbau kepada seluruh massa untuk kembali ke titik kumpul dan membubarkan diri dengan tertib, katanya.

Namun pada pukul 13.35 Wita, masa yang menuntut pleno dihentikan mencoba masuk dengan mendesak barikade Dalmas, kata Kombes Polisi Jules Abraham Abast.

Tetapi upaya tersebut berhasil di redam sehingga aksi tersebut dibatalkan. Pada pukul 14.40 Wita, masa kembali memaksa masuk ke Kantor KPU Kabupaten Alor dengan cara menerobos barikade Dalmas, dan terjadi aksi saling dorong sehingga petugas melakukan penembakan dengan meriam air (water canon).

Saat itu, masa membalas dengan melakukan pelemparan kepada petugas sehingga petugas melakukan tembakan peringatan beberapa kali ke atas, serta dilanjutkan dengan penembakan gas air mata untuk membubarkan masa, namun masa tetap melakukan pelemparan kearah petugas, katanya menjelaskan.

Massa baru membubarkan diri setelah petugas melakukan penggalangan dengan koordinator lapangan. Dia menambahkan, hingga saat ini situasi di seputaran Kota Kalabahi, Alor tetap aman dan kondusif.

ANTARA/ Ilustrasi aksi massa SINDONEWS

839 total views, 1 views today