Wednesday, November 14
Home>>news>>Warga Barito Utara Resah Maraknya Pencurian Sapi
newsregional

Warga Barito Utara Resah Maraknya Pencurian Sapi

Muara Teweh, 7/7 (Breakingnews.web.id) – Peternak sapidi Desa Mukut RT 04, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah resah karena pencurian ternak sapi terjadi di daerah ini.

Informasi yang diterima di Muara Teweh, Jumat (6/7/2018), menyebutkan aksi pencurian ternak sapi milik warga bernama Edy Ginting di Kilometer 18 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu wilayah Desa Mukut, Kecamatan Lahei itu telah meresahkan.

Seekor sapi betina yang dicuri itu sedang bunting merupakan ternak sapi bantuan melalui program peningkatan produksi ternak Pemkab Barito Utara tahun 2016.

“Sapi berusia 2,5 tahun itu langsung dipotong pencurinya sekitar 200 meter dari rumah warga yang menjadi korban pencurian,” kata warga setempat Agus.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Barito Utara Indah Utari melalui Kasi Kesehatan Hewan Urip Wijiasto membenarkan aksi pencurian ternak sapi telah meresahkan warga setempat.

“Kami mendapat telepon dari warga yang kehilangan sapi pagi tadi Jumat,” katanya. Diketahui hilang sapi tersebut setelah pemiliknya pada Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB lewat untuk memberi makan, saat itu melihat sapinya tidak ada satu ekor dan pintu kandang terbuka, sehingga pemiliknya mencari ke sekeliling rumah dan ke kebun di belakang rumahnya.

“Namun ketika itu tidak ditemukan, sampai akhirnya ada anjing yang membawa usus, lalu dicoba pemilik sapi mencari ke arah anjing yang membawa usus itu ternyata di situ ditemukan darah perut sapi dan alat reproduksi sapi,” katanya lagi.

Sapi itu sempat dibawa pencuri dan sekitar 200 meter dipotong, serta semua dagingnya diambil yang tersisa atau dibiarkan ditinggal di semak-semak pinggiran jalan hanya rumen (perut) dan alat reproduksinya.

“Setelah kami buka alat reproduksinya ternyata sapi itu bunting ada anak sapi yang diperkirakan usia kandungan sekitar enam bulan,” kata dia pula.

Pihaknya prihatin dengan aksi pencurian tersebut karena program bantuan pengembangan bibit sapi ini untuk kegiatan pengembangan pembibitan sapi, dan petani punya kewajiban memelihara dengan baik serta dikembangkan dengan menyampaikan laporan perkembangannya setiap bulan.

“Kasus pencurian sapi yang langsung dipotong di sekitar tempat ternak warga ini, juga pernah terjadi pada tahun lalu di wilayah Kelurahan Jingah dan Jambu Kecamatan Teweh Baru,” ujar Urip.

ANTARA/Pelaku pencurian sapi BORNEONEWS