Garis polisi ilustrasi POSKOTANEWS

Jakarta, 8/8 (Breakingnews.web.id)– Reserse Metro Jakarta Barat membongkar pabrik sabu rumahan di Perumahan Metland, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (8/8/2018)

Selain menangkap seorang pelaku berinisial A-W alias Phengchun, pemilik sekaligus pembuat sabu, aparat kepolisian juga menyita sejumlah bahan kimia serta alat pembuat sabu.

Kepala Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi mengatakan, terbongkarnya pabrik sabu rumahan ini berdasarkan informasi serta kecurigaan masyarakat yang resah terhadap aktivitas pelaku.

“Meski produksi rumahan, kualitas sabu yang dihasilkan sama dengan kualitas impor, seperti 30 kilogram sabu milik jaringan Internasional Malaysia-Indonesia yang disita sebelumnya oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat,” ujar Kombes Hengki.

Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengatakan pabrik narkoba tersebut telah dijalankan AW alias Phengchun sejak Mei 2017 lalu menurut hasil penyidikan.

Di dalam rumah tersebut, terdapat sebuah laboratorium yang dibangun pelaku untuk memproduksi sabu dengan metode fosforisasi, yang dimulai dari obat tablet dengan ekstraksi efidrin, selanjutnya efidrin tersebut diolah sehingga menjadi sabu.

“Di lokasi penggerebekan, kami mendapati barang bukti berupa hasil produksi sabu yang baru setengah jadi berjumlah satu kilogram. Selain itu juga didapati barang bukti berupa hasil produksi sabu yang sudah jadi dan siap edar berjumlah 500 gram, serta sejumlah bahan peracik sabu,” tambah Erick.

Dari jumlah prekursor yang tersedia di tempat kejadian perkara, diperkirakan pelaku dapat memproduksi sabu sebanyak 10-15 kilogram, dengan omzet miliaran rupiah, jelasnya.

Berbekal pengalaman pernah meracik dan memproduksi sabu, pelaku A-W alias Pengchun akhirnya membuat bahan sabu sendiri produksi asli Indonesia, yang bahan-bahannya ia racik sendiri dan membangun laboratorium di dalam rumahnya.

Dia memproduksi sabu dengan kualitas yang sama dengan produksi sabu kualitas impor. Setiap selesai memproduksi sabu, tersangka mencoba sendiri sabu buatannya.

“Tersangka mengaku menjual sabu hasil racikannya dengan harga Rp700 ribu per gram dan mengedarkannya di sekitar Jakarta dan Tangerang,” demikian Erick.

Barang bukti yang berhasil disita petugas diantaranya bahan-bahan pembuat sabu dalam bentuk bubuk, padatan, dan cairan, alat-alat pengolahan bahan untuk sabu, enam buah ponsel, dua buku tabungan atas nama pelaku, dua unit motor dan satu unit mobil.

“Sementara total prekursor yang diamankan adalah ephedrin satu kilogram, soda api 5000 gram, yodium 1000 gram, fosfor 1312 gram, HCL 50 Liter, Toluen 40 Liter, Acetone 10 Liter, dan Alkohol lima liter,” tandasnya.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup dan atau pidana penjara maksimal 20 tahun. []