celebrities

Nikita Mirzani dan Sam Aliano Bisa Rundingkan Ganti Rugi

Jakarta, 14/8 (Breakingnews.web.id) – Kuasa hukum artis Nikita Mirzani (dalam foto bersama suaminya Dipo Latief ), Muannas Alaidid menyampaikan kliennya dan pengusaha Sam Aliano dapat berunding untuk mengganti kerugian yang dialami aktris tersebut, daripada harus melanjutkan proses hukum di kepolisian.

“Pihak terlapor (Sam Aliano) dapat menghubungi Nikita, atau kami penguasa hukumnya. Kita bertemu, dan membicarakan (nilai) kontrak kerja yang diputus, berapa kerugiannya. Itu bisa dibicarakan,” kata Muannas saat ditemui di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, yang dikutip LKBN Antara Selasa (14/8/2018).

Ia menjelaskan, Nikita Mirzani sebenarnya selalu membuka peluang untuk menyelesaikan masalah dengan Sam Aliano melalui jalur damai.

“Prinsipnya kami tidak berniat untuk memenjarakan orang, asalkan ada itikad baik dari terlapor. Semuanya sebenarnya bisa dibicarakan, tetapi sejauh mana dia (Sam Aliano) menggunakan haknya (memanfaatkan) kesempatan untuk berdamai. Itikad (untuk berdamai) itu bisa dari terlapor sendiri atau kuasa hukumnya,” terang Muannas.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah menetapkan Sam Aliano sebagai tersangka terkait gugatan fitnah dan pencemaran nama baik ke Nikita Mirzani, Senin.

“Ya, kemarin pihak Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Subdid Cyber Crime telah menetapkan Sam Aliano sebagai tersangka,” kata Muannas.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian juga mengirim surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) ke kuasa hukum pada 9 Agustus.

Dalam surat itu, kepolisian menyampaikan penyidik telah memeriksa pelapor Muannas Alaidid, korban Nikita Mirzani, terlapor Sam Aliano, dan dua saksi, yaitu ahli bahasa dan pakar ITE (informasi transaksi elektronik).

Perseteruan antara Sam Aliano dan Nikita Mirzani bermula sejak akhir September 2017, khususnya saat pengusaha itu meminta cekal tayang untuk Nikita ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Alasannya, Sam berpendapat, Nikita telah membuat cuitan (tweet) di media sosial Twitter yang menyinggung pribadi Panglima TNI periode Juli 2015-Desember 2018 Jenderal Gatot Nurmantyo terkait acara “noba” (nonton bareng) film G30S.

Akan tetapi, menurut kuasa hukumnya, cuitan itu tidak dibuat oleh Nikita, dan ia telah membuat klarifikasi di media sosial. “Pihak penyidik juga sudah memeriksa dan menyatakan cuitan itu tidak dibuat oleh Nikita. Kepolisian punya alat canggih, namanya digital forensik, semua jejak digital dapat diperiksa, termasuk apa benar Nikita membuat cuitan (yang dituduhkan) itu? Ternyata tidak, ” jelas Muannas.

Walaupun KPI pada akhirnya tidak mencekal Nikita, menurut kuasa hukum, kliennya itu mengalami kerugian, karena banyak kontrak kerja yang terputus akibat permintaan cekal tayang dari Sam Aliano.

Alhasil, Nikita melalui kuasa hukumnya pun mengajukan gugatan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik, sebagaimana diatur UU ITE dan Pasal 310 dan 311 KUHP untuk Sam Aliano ke Polda Metro Jaya pada awal Oktober 2017.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Sam telah datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Oktober 2017.

Pengusaha itu kembali mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, tetapi ia mengaku datang untuk bersilaturahim.

Nama pengusaha Sam Aliano sempat mencuat di berbagai pemberitaan, khususnya sejak ia menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019.

Namun, hingga hari terakhir pendaftaran pilpres 2019, niat Sam mesti pupus karena tidak ada partai politik yang mencalonkan dirinya maju sebagai kandidat capres atau cawapres. []

latest posts

Copyright © 2018 Breaking News All Right Reserved

To Top