Ternate, 21/8 (Breakingnews.web.id)– Kasus pembunuhan sadis di Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa (21/8/2018), sekitar pukul 01.00 WIT menghebohkan warga setempat.

Kapolsek Tobelo Timur Iptu J Sariwating, di Ternate, yang dikutip LKBN Antara membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya kemudian terjun ke lokasi kejadian, setelah mendapat laporan masyarakat untuk menjemput pelaku yang sudah diamankan warga, untuk dibawa ke Mapolres Halmahera Utara sekitar pukul 05.30 WIT.

“Tempat kejadian perkara itu merupakan rumah korban, dan saat ini sudah dipasang garis polisi. Nantinya olah TKP dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Halmahera Utara. Pelaku juga sudah diamankan beserta barang bukti, untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan, sebelum pelaku Ferdison Kapita (30) dievakuasi, sekitar pukul 02.00 WIT, korbannya langsung dibawa ke RSUD Tobelo untuk dilakukan visum et repertum dengan menggunakan mobil pick-up dan dikawal oleh 4 orang personel Polres Halmahera Utara.

“Motif pembunuhan ini, sementara diduga dilakukan pelaku karena dendam terhadap korban, sehingga pelaku tega melakukan pembunuhan sadis menggunakan senjata tajam,” katanya lagi.

Korban penganiayaan berat yang dilakukan oleh Ferdison Kapita, saat korban sedang tertidur pulas. Korban Hein Masnandifu (46) tewas di tempat disaksikan oleh Adriana, istri korban.

Saksi mata, Adriana mengakui, saat itu dia mendengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam rumah. Dia terbangun dan mencoba melihat, ternyata pelaku masuk ke dalam rumah secara diam-diam langsung menuju ke dapur dan mengambil parang milik Hein Masnandifu.

Kemudian Ferdison menggunakan parang milik korban untuk membunuh dalam kondisi korban sedang tertidur nyenyak, ujar Adriana.

Melihat kejadian itu, istri korban langsung melarikan diri keluar rumah dan meminta tolong. Pelaku mencoba mengejar, namun saksi berhasil melarikan diri.

Sementara masyarakat Desa Katana yang mendengar suara teriakan minta tolong dan melihat korban sudah tergeletak.

Kades Katana Kristofel Kutani dihubungi mengatakan, pelaku usai membunuh itu, panik lalu mencoba melarikan diri, namun berhasil digagalkan masyarakat Desa Katana. Pelaku langsung dibawa ke rumahnya untuk diamankan sementara, sebelum dijemput oleh polisi. []