Thursday, October 18
Home>>news>>law enforcement>>Idrus Marham Mundur Soal Mobil Dinas
law enforcement

Idrus Marham Mundur Soal Mobil Dinas

Jakarta, 24/8 (Breakingnews.web.id) — Idrus Marham pengunduran diri sebagai Menteri Sosial. Dia mengganggap Kementerian Sosial seperti keluarganya sendiri.

“Ini bukan pamitan kok. Ini sudah kayak keluarga saya semua. Saya jadi menteri ini sudah kayak keluarga,” kata Idrus di Jakarta, yang dikutip LKBN Antara, Jumat (24/8/2018).

FAKTA-FAKTA
– Idrus Marham ke Kementerian Sosial usai mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Jokowi di Istana Presiden.
– Sekjen Kemensos Hartono Laras dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto mendampingi Idrus saat jumpa pers. Idrus menyebut Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dengan panggilan Pak Kiai

QUOTE

“Jadi kita mengedepankan kekeluargaan tetapi tetap berbasis konsep dan berbasis prestasi. Itulah sejatinya karena mengurus kemanusiaan kalau tidak ada satu semangat dari dalam tidak bisa.”

TUJUH BULAN LALU MUNDUR
– Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial pada 17 Januari 2018 menggantikan Khofifah Indar Parawansa.
– Tujuh bulan sejak menjabat Mensos, ia mengajukan pengunduran diri kepada presiden terkait surat pemberitahuan penyidikan terhadapnya berkenaan dengan perkara korupsi dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Riau.

TIGA PERTIMBANGAN MUNDUR

– Pertama untuk menjaga kehormatan Presiden;
– Kedua tidak menjadi beban bagi Presiden;
– Ketiga menghormati hukum.

RAPIKAN RUMAH DINAS
– Idrus Marham merapikan rumah dinas Menteri Sosial di Komplek Widya Chandra Jakarta, sejak Kamis (23/8/2018) setelah adanya surat pemberitahuan penyidikan.
– Semua mobil dinas dikembalikan setelah mengundurkan diri
– Ruang kerja Idrus selama menjabat Menteri Sosial sejak 17 Januari 2018 juga sudah dibenahi.

KASUS

– Idrus Marham beberapa kali memenuhi panggilan KPK.
– Saksi pada kasus korupsi dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Riau.
– Tersangka: Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo. []