metro

Setahun Mangkrak, Polisi Galau Tangani Kasus UYM

Jakarta, 29/8 (Breakingnews.web.id) Sudah setahun Rahmat Siregar SH mengawal kasus dugaan penipuan investasi bodong dengan terlapor Ustadz Yusuf Mansur (UYM) yang seolah jalan di tempat.  “Sayangnya, proses penyelidikan di sini berjalan lambat hingga kini sudah mendekati satu tahun tapi belum ada perkembangan,” ujar Rahmat Siregar,Selasa (28/8/2018).

WARISAN KASUS

Rahmat Siregar memaparkan, penyidik Polres Kabupaten Bogor sudah memanggil dan memeriksa beberapa orang saksi, termasuk Yuni Hastuti (40) sebagai korban. Bahkan penyidik mengaku sudah memanggil dan memeriksa UYM. Hanya saja, kapan waktunya UYM diperiksa, penyidik tidak merincinya.

Penyidik mengakui lambatnya kasus ini karena menumpuknya perkara yang mereka tangani, sementara jumlah personil sangat sedikit. Penyebab lain, beberapa anggota polisi yang pertama kali menangani kasus ini sudah pindah tugas dan `mewariskan` ratusan berkas perkara.

ORANG TERKENAL

Rahmat Siregar berharap, Polres Kabupaten Bogor harus memprioritaskan kasus penipuan dengan terlapor UYM ini. Karena di balik (kasus) ini ada puluhan ribu orang dengan puluhan miliar rupiah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh UYM.

Disamping itu, terlapor dari kasus ini adalah orang terkenal dan kaya raya. Jadi, kalau proses penanganan yang dilakukan polisi di sini menjadi lambat akan memancing kecurigaan orang.

Yuni melaporkan UYM pada 17 Oktober 2017 lalu ke Polresta Bogor Kota. Menurut Rahmat Siregar, lambatnya penyelidikan yang dilakukan Polres Kabupaten Bogor tarhadap kasus ini, penyidik berpotensi melanggar Peraturan Kaplori Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

BROSUR DI ATM

Sekitar tahun 2013, korban mendapat informasi dari selembar brosur yang dia temukan di sebuah ATM di kawasan Dramaga, Bogor. Brosur itu menjelaskan tentang Investasi Patungan Usaha yang dipelopori UYM.

Mahasiswi paska sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengidolakan UYM dan sering menonton sang ustadz ceremah melalui youtube dan televisi ini mengaku tertarik dengan `iklan` di brosur tersebut.

Yuni kemudian memutuskan untuk menginvestasikan uangnya sebesar Rp 12 juta. “Saya tertarik dengan investasi itu karena menurut UYM akan digunakan untuk membangun hotel dan apartemen untuk jamaah haji di Cengkareng,” ungkap Yuni.

Namun, setelah mendapat informasi bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan bisnis investasi UYM itu, Yuni langsung mencoba menghubungi perusahaan tempatnya berinvestasi. Namun hingga sekarang Yuni belum mendapat kepastian tentang pengembalian uang yang telah disetorkan.[]

latest posts

Copyright © 2018 Breaking News All Right Reserved

To Top