Wednesday, November 14
Home>>metro>>Yang Berhak Uang First Travel Bukan Negara
metro

Yang Berhak Uang First Travel Bukan Negara

Jakarta 2/9 (Breakingnews.web.id) — Dari Rp905 miliar yang digelapkan pemilik First Travel, Anniesa Hasibuan dan suaminya, baru Rp60 yang disita dari sejumlah aset. Tapi, kenapa PN Depok dan PT Bandung merampasnya untuk negara, padahal itu uang milik jamaah, ungkap Ketua Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (Mahupiki) Yenti Harnasih Minggu (2/9/2018).

YENTI GARNASIH KETUA MAHUPIKI
“Dalam penerapan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tujuan utamanya pelacakan aset hasil kejahatan untuk disita dalam proses pengadilan dan berujung pada putusan pengadilan yaitu perampasan untuk dikembalikan ke yang berhak. Dalam UU TPPU, tidak diatur khusus jadi merujuk pada KUHAP, dikembalikan kepada yg berhak, yaitu korban kejahatan tersebut.”

DUA PERSOALAN
Ketika putusan dirampas untuk negara, muncul dua persoalan. Pertama justifikasi mengapa menghadapi masalah kerena terlalu banyak korban sehigga tidak bisa menentukan kepada korban yang mana hasil kejahatan harus dikembalikan. Seharusnya dipikirkan upaya mediasi untuk pendataan dan skala prioritas meskipun sulit. Kedua ketika dirampas negara, harus jelas masuk pada pos apa uang First Travel dan bagaimana transparansi pelelangan. Bukankah pada prinsipnya negara tidak boleh diuntungkan dari hasil kejahatan?

KEPUTUSAN PENGADILAN
Sebelumnya, PN Depok pada 30 Mei 2018 memutuskan merampas aset bos First Travel untuk negara. Alasannya, akan terjadi ketidakpastian hukum bila aset-aset yang diminta jaksa dalam tuntutan dikembalikan kepada calon jemaah yang menjadi korban. []

Sumber Warta: DETIK